Ilustrasi Komunikasi Lancar Gunakan Teknik Deep Learning ChatGPT Jadi Asisten Virtual Tunanetra

Komunikasi Lancar Gunakan Teknik Deep Learning ChatGPT Jadi Asisten Virtual Tunanetra

Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Ridwan sedang merancang literasi pendidikan bagi tunanetra. Ia tidak sendirian. Ada tim yang bekerja bersamanya.

Pria yang akrab disapa Wawan ini bercerita, penderita tunanetra tidak jauh berbeda dengan manusia normal lainnya. Kekurangan bukan menjadi alasan mereka untuk tidak mendapatkan pendidikan berkualitas. Proses interaksi dan komunikasi bisa dipermudah dengan menggunakan aplikasi tertentu.

Aplikasi ChatGPT dengan menggunakan teknik deep learning kini sedang dikembangkan Ridwan dan timnya, membuat tunanetra dapat meningkatkan aksesibilitas sumber daya dan informasi pendidikan bagi tunanetra.

Seperti konversi teks ke audio, atau menghasilkan deskripsi audio dari gambar, serta menciptakan sistem pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi individu tunanetra. Dengan demikian, mereka dapat belajar dengan cara lebih efektif dan menyenangkan. Selain itu, menggunakan ChatGPT menghadirkan asisten virtual pendidikan yang dirancang khusus untuk tunanetra.

“Asisten ini dapat membantu menjawab pertanyaan, memberikan penjelasan, dan mendukung proses belajar siswa tunanetra. Serta memfasilitasi komunikasi dan interaksi antara tunanetra dengan rekan-rekan dan pendidik mereka. Sehingga menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung,” ungkap Wawan, Jumat, 19 Januari.

ChatGPT juga membantu tunanetra dalam belajar mandiri. Sistem ini dapat memberikan panduan belajar yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan individu. Dengan sistem tutor AI, tunanetra dapat memperoleh bimbingan dalam belajar secara mandiri, tanpa harus bergantung pada orang lain.

“Penelitian terkait penggunaan teknologi ChatGPT sudah dikembangkan oleh beberapa peneliti. Namun tidak ada satupun yang menggabungkan deep learning dengan Chat AI untuk mendapatkan informasi dan membantu tunanetra menuliskan informasi ke aplikasi, sehingga literasi pendidikan tunanetra bisa berkembang,” tutupnya.

Artikel Pernah di Muat di Harian Fajar Sabtu, 20 Januari 2024 Halaman 9